BANYUMAS – Sebanyak 65 siswa Tapak Suci didampingi 12 kader pelatih dari Kecamatan Adipala, Kroya, Binangun, dan Nusawungu mengikuti kegiatan Tadabur Alam di kawasan lereng Gunung Slamet, Banyumas, Sabtu (11/4/2026).
Kegiatan rutin tiga bulanan yang diinisiasi Tapak Suci Pantai Selatan PIMDA 085 Cilacap ini mengambil rute menantang di kawasan wisata Baturraden.
Para peserta memulai perjalanan dari titik kumpul di Curug Bayan, kemudian melanjutkan trekking menuju situs Pipa Belanda. Perjalanan dilanjutkan menembus kawasan hutan hingga Curug Jenggala, dan ditutup dengan pendakian menuju Pancuran Pitu.
Salah satu pelatih, Mohamad Rezza Tio Samhong, mengatakan kegiatan ini tidak sekadar melatih fisik, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter dan penguatan nilai spiritual.
“Tujuan utama kami adalah menguatkan persaudaraan di bulan Syawal. Melalui alam, siswa dilatih untuk rendah hati sekaligus memiliki mental yang kuat,” ujarnya.
Selama kegiatan, para siswa juga ditekankan untuk menerapkan nilai-nilai akhlak karimah, seperti menjaga sopan santun serta menghormati adat dan lingkungan sekitar.
Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana edukasi untuk mengenalkan potensi wisata daerah, khususnya kawasan Baturraden, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian alam.
“Dengan melihat langsung keindahan alam, diharapkan muncul kesadaran untuk ikut menjaga dan melestarikan lingkungan,” tambahnya.
Meski menempuh jalur yang cukup berat, para peserta tetap menjalankan kewajiban ibadah. Setibanya di kawasan Baturraden, seluruh peserta melaksanakan shalat Dzuhur dan Ashar secara jamak qashar.
Komitmen tersebut sejalan dengan prinsip Tapak Suci, yakni “Dengan iman dan akhlak saya menjadi kuat, tanpa iman dan akhlak saya menjadi lemah.”
Kegiatan ini dinilai efektif dalam melatih ketahanan fisik, mental, serta kedisiplinan siswa dalam mengikuti instruksi di lapangan.
Melalui kegiatan Tadabur Alam ini, Tapak Suci Pantai Selatan PIMDA 085 Cilacap berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam bela diri, tetapi juga memiliki spiritualitas yang kuat, peduli terhadap lingkungan, serta menjunjung tinggi nilai persaudaraan.
Sumber -> Disadur dari Suara Muhammadiyah. April 2026. “Tadabur Alam di Lereng Gunung Slamet, Kader Tapak Suci Ditempa Fisik dan Mental” https://suaramuhammadiyah.id/read/tadabur-alam-di-lereng-gunung-slamet-kader-tapak-suci-ditempa-fisik-dan-mental


