JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengaktivasi Gerakan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu (PSPB) sebagai ekosistem kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan mutu pendidikan Indonesia.
Gerakan ini resmi diluncurkan pada Senin (07/07) di Jakarta, dengan dihadiri 58 mitra pembangunan pendidikan dari unsur dunia usaha, filantropi, organisasi masyarakat, perguruan tinggi, media, komunitas, hingga organisasi internasional.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa semangat PSPB berakar dari nilai gotong royong yang menjadi DNA bangsa Indonesia. Menurutnya, kontribusi tidak harus selalu berbentuk materi, melainkan yang terpenting adalah kebermaknaan dari setiap bentuk dukungan yang diberikan.
“It is not about how much we give others, tidak soal seberapa banyak yang kita berikan, tetapi how meaningful, seberapa besar makna yang bisa kita berikan dari pemberian kita kepada orang lain. Karena itu kami membuka pintu lewat Rumah Pendidikan kepada siapa pun untuk berpartisipasi,” ujar Mu’ti.
Ia menekankan bahwa pembangunan pendidikan tidak cukup diwujudkan melalui pembangunan fisik semata.
“Yang kita bangun adalah mindset. Yang kita bangun adalah manusia. Karena itu diperlukan sentuhan dari berbagai macam pihak,” ungkapnya.
Mu’ti menutup arahannya dengan seruan kolektif,
“DNA bangsa Indonesia adalah gotong royong. Mari kita wujudkan bersama-sama pendidikan bermutu untuk semua secara merata, membangun generasi Indonesia yang hebat dan berkualitas.” Pungkas Mu’ti.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menjelaskan bahwa PSPB hadir untuk menjawab tantangan kemitraan pendidikan yang selama ini berjalan terfragmentasi. Indonesia memiliki lebih dari 447 ribu satuan pendidikan yang melayani lebih dari 53 juta peserta didik, namun masih terdapat sekitar 2,92 juta anak yang tidak bersekolah.
“Pendidikan di Indonesia sejak dahulu adalah kerja gotong royong. Kebutuhan pendidikan sangat besar dan tidak bisa dikerjakan oleh Kemendikdasmen sendiri,” ucapnya.
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, turut menyambut baik inisiatif ini.
“Yang akan diciptakan bukan sekadar program, tetapi ekosistem partisipasinya. Pendekatan inilah yang kami yakini akan memperkuat kualitas kebijakan kita,” ujar Hetifah.
Ruang partisipasi kini tersedia melalui Superaplikasi Rumah Pendidikan pada laman pspb.pendidikan.go.id
Laman ini mencakup digitalisasi pembelajaran, rehabilitasi sarana pendidikan, beasiswa, peningkatan kompetensi guru, hingga penanganan anak tidak bersekolah.^^
Sumber -> Artikel pers rilis Kemendikdasmen RI. Juli 2026.


