SLEMAN – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan Palang Merah Indonesia (PMI) sepakat memperkuat sinergi pelayanan kemanusiaan dan penanggulangan bencana. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang sinergisitas pelayanan kemanusiaan dan peningkatan kapasitas organisasi.
MoU ditandatangani Ketua Umum PMI Jusuf Kalla (JK) dan Bendahara Umum PP Muhammadiyah Hilman Latief dalam penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Resiliensi Bencana (LRB)/Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PP Muhammadiyah di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Seni dan Budaya (BBPPMPV), Ahad (13/9).
Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi penanganan darurat bencana sekaligus mengoptimalkan sumber daya kedua lembaga. Dalam pidato pengarahannya, JK menyampaikan bahwa Muhammadiyah memiliki potensi besar dalam mendukung penanggulangan bencana nasional melalui jaringan rumah sakit, perguruan tinggi, mahasiswa, dan relawan yang tersebar di Indonesia.
“Di lapangan itu perlu kerjasama dengan semua pihak, siapapun punya apa akan kita gabungkan. Menangani bencana itu, perlu relawan yang banyak,” ujar JK.
Melalui kesepakatan ini, Muhammadiyah dan PMI berkomitmen memperkuat layanan serta respons kebencanaan di tingkat nasional maupun internasional. Keduanya juga akan mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui penyetaraan standar, pelatihan, pembinaan, dan sertifikasi kompetensi relawan.
Kemitraan ini turut mencakup penguatan tata kelola organisasi, pertukaran data dan informasi secara terpadu, serta kolaborasi akademik dan pemberdayaan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan mendukung penyusunan kebijakan dan mitigasi bencana yang tepat, cepat, serta berbasis data lapangan.
Ketua MDMC PP Muhammadiyah Budi Setiawan menyambut positif kerja sama tersebut. Menurutnya, MDMC kerap berkoordinasi dengan PMI dalam aksi kebencanaan. Kemitraan ini juga membuka ruang pembelajaran bersama dan memperkuat landasan hukum bagi relawan saat bertugas.
“Karena PMI mempunyai fasilitas, mempunyai sistem yang tertata, sehingga nanti kita bisa belajar bersama sehingga dapat mengetuk pintu di banyak daerah,” sebut Budi.
Melalui sinergi ini, Muhammadiyah dan PMI diharapkan semakin mampu menghadirkan layanan kemanusiaan yang terkoordinasi, profesional, dan menjangkau masyarakat terdampak bencana secara lebih luas.


