Diresmikan Mendikdasmen RI, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kenjeran Miliki Fasilitas Olahraga Terbaik di Surabaya Utara

SURABAYA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu’ti meresmikan Muhammadiyah Sport Center milik Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kenjeran di Jalan Platuk No. 104,

Redaksi KabarMuh2

Diresmikan Mendikdasmen RI, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kenjeran Miliki Fasilitas Olahraga Terbaik di Surabaya Utara
Diresmikan Mendikdasmen RI, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kenjeran Miliki Fasilitas Olahraga Terbaik di Surabaya Utara

SURABAYA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu’ti meresmikan Muhammadiyah Sport Center milik Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kenjeran di Jalan Platuk No. 104, Surabaya, Ahad (27/9/2026). Fasilitas yang berdiri di lingkungan SMP Muhammadiyah 15 Surabaya itu menjadi pusat olahraga pertama di kawasan sekolah Surabaya Utara.

Sport center dibangun sejak Oktober 2024 hingga September 2026. Bersamaan dengan itu, PCM Kenjeran menyelesaikan gedung baru SMPM 15 yang dilengkapi lift serta difungsikan sebagai perpustakaan dan ruang belajar. Kedua fasilitas pendidikan tersebut bernilai total Rp5,5 miliar.

Seluruh biaya pembangunan dihimpun secara mandiri melalui urunan amal usaha Muhammadiyah (AUM), warga Muhammadiyah, serta infak pegawai. Capaian ini menunjukkan kekuatan gotong royong masyarakat dalam menghadirkan sarana pendidikan dan olahraga berkualitas.

Ketua PCM Kenjeran Ali Fauzi mengatakan harapan dengan hadirnya fasilitas baru ini.

“Harapan kami, keberadaan fasilitas gedung baru berlift serta Sport Center ini, yang menjadi satu-satunya di Surabaya Utara, dapat menjadi momentum sejarah baru bagi kemajuan pendidikan Muhammadiyah. Semua ini terwujud atas pengorbanan serta keikhlasan para tokoh pendahulu,” ujar Fauzi

Sejak berdiri pada 1993, PCM Kenjeran telah mengembangkan layanan keagamaan, sosial, kesehatan, bisnis, dan pendidikan. SMPM 15 kini memiliki 760 siswa, sedangkan MI Muhammadiyah 25 melayani 651 siswa.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengapresiasi kemandirian dan kerja keras warga Muhammadiyah di Surabaya.

“Muhammadiyah gak usah dibantu, diseneni, pasti jadi. Ini adalah sebuah bentuk optimisme tinggi bahwa dengan kerja keras dan ketulusan, setiap ikhtiar untuk kemajuan umat pasti akan terwujud,” tuturnya.

Ia menambahkan, sekolah Muhammadiyah terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk siswa nonmuslim.

“Masuk Muhammadiyah ada dua kemungkinan; warga NU yang masuk Muhammadiyah makin yakin ke-NU-annya, atau menjadi Muhammadiyah karena merasakan langsung bagaimana Muhammadiyah bisa dipercaya dan menjadi mitra bagi semua,” jelasnya.

Abdul Mu’ti juga menekankan pentingnya kontribusi lembaga swasta dan sikap saling menghormati demi kemajuan bangsa.

Redaksi KabarMuh2

Kuli tinta

Related Post

Leave a Comment