Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta Gelar Pengajian ‘SEKETEWU’, Ingatkan Jamaah Persiapkan Bekal Akhirat

YOGYAKARTA – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta bersama Takmir Masjid KHA.Dahlan PDM Kota Yogyakarta, Majelis Tabligh PDM Kota Yogyakarta, MPKS PDM Kota Yogyakarta, dan

Redaksi KabarMuh2

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta Gelar Pengajian Seketewu, Ingatkan Jamaah Persiapkan Bekal Akhirat
Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta Gelar Pengajian Seketewu, Ingatkan Jamaah Persiapkan Bekal Akhirat

YOGYAKARTA – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta bersama Takmir Masjid KHA.Dahlan PDM Kota Yogyakarta, Majelis Tabligh PDM Kota Yogyakarta, MPKS PDM Kota Yogyakarta, dan LazisMu Kota Yogyakarta menggelar Pengajian “SEKETEWU” (Setu Ketelu Saben Wulan) di Basement PDM Kota Yogyakarta, pada hari Sabtu (18/07).

Acara ini mengambil tema “Delapan Bekal Menuju Akhirat” dengan mengundang Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY Ustadz Ananto Isworo sebagai pembicara. Pantauan di lapangan menunjukkan sekitar 450 orang jamaah hadir pada pengajian SEKETEWU.

Ustads Ananto merupakan sosok dai dan pendiri gerakan Shadaqah Sampah berbasis Eco Masjid Indonesia dan juga penerima Kalpataru Adya Kategori Perintis Lingkungan Tahun 2026.

Dalam pengajian tersebut, Ananto menegaskan bahwa keberhasilan seorang mukmin tidak semata diukur dari capaian duniawi, melainkan dari kesungguhan membangun delapan bekal akhirat: keimanan yang kokoh, ilmu yang bermanfaat, amal saleh yang berkesinambungan, akhlak mulia, kepedulian sosial, keikhlasan, kesabaran, dan semangat berbagi di jalan Allah.

Ia mengutip Q.S. Al-Baqarah ayat 261 yang menggambarkan pahala infak sebagai benih yang tumbuh menjadi tujuh bulir, dengan tiap bulir berisi seratus biji. Menurutnya, ayat tersebut menunjukkan bahwa balasan Allah atas sedekah yang dilandasi keikhlasan tidak terbatas pada hitungan manusia.

Ananto juga mengutip hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah, yang menyebutkan bahwa amal seseorang terputus setelah wafat kecuali tiga hal; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak saleh. Menurutnya, hadis ini menegaskan pentingnya ilmu dan sedekah sebagai investasi akhirat yang pahalanya terus mengalir.

“Majelis ilmu melahirkan ilmu yang menggerakkan amal; amal yang dilandasi keikhlasan menumbuhkan keberkahan; dan keberkahan yang dirasakan bersama menjadi jalan hadirnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya,” ujar Ananto.

Pengajian Diiringi Aksi Sosial dan Lingkungan

Selain pengajian, PDM Kota Yogyakarta turut menggelar sejumlah kegiatan pendukung, yaitu Sedekah Minyak Jelantah, penggalangan infak, sarapan gratis, dan pembagian doorprize bagi jamaah.

Gerakan Sedekah Minyak Jelantah menjadi salah satu bentuk dakwah lingkungan yang digagas PDM Yogyakarta. Minyak jelantah yang selama ini menjadi limbah rumah tangga dikelola agar bernilai kemaslahatan, sejalan dengan semangat Islam Berkemajuan yang mengintegrasikan ibadah, filantropi, pendidikan, kesehatan, dan pelestarian lingkungan.

Pengajian “SEKETEWU” digelar secara rutin oleh PDM Kota Yogyakarta sebagai ruang pembinaan spiritual sekaligus penguat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. 

Redaksi KabarMuh2

Kuli tinta

Related Post

Leave a Comment