Saat Pelajar Peduli, Lingkungan Kembali Berseri

Tulisan oleh Irsalina Almasa Adzkiya OPINI — Banyak orang memandang bahwa urusan lingkungan adalah tanggung jawab pemerintah, organisasi tertentu, atau orang-orang yang memang bergerak di

Redaksi KabarMuh2

OPINI Saat Pelajar Peduli, Lingkungan Kembali Berseri
OPINI Saat Pelajar Peduli, Lingkungan Kembali Berseri

Tulisan oleh Irsalina Almasa Adzkiya

OPINI — Banyak orang memandang bahwa urusan lingkungan adalah tanggung jawab pemerintah, organisasi tertentu, atau orang-orang yang memang bergerak di bidang tersebut. Akibatnya, tidak sedikit pelajar yang merasa bahwa mereka tidak memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan. Padahal, jika diamati lebih dekat, banyak permasalahan lingkungan yang justru terjadi di sekitar kita sendiri. Sampah yang menumpuk setelah kegiatan sekolah, penggunaan plastik sekali pakai yang berlebihan, hingga kurangnya kesadaran untuk menjaga kebersihan fasilitas umum merupakan contoh yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Indonesia menghasilkan lebih dai 30 juta ton sampah setiap tahun. Angka tersebut menunjukkan bahwa permasalahan sampah masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelajar. Dari hal-hal sederhana itulah sebenarnya partisipasi pelajar dapat dimulai.

Menurut saya, pelajar mempunyai posisi yang cukup strategis dalam pemberdayaan lingkungan. Mereka masih berada dalam proses belajar, sehingga lebih mudah menerima pengetahuan baru dan membentuk kebiasaan positif. Selain itu, pelajar juga mempunyai lingkungan pergaulan yang luas, baik di sekolah, organisasi, maupun media sosial. Karena itu, tindakan seorang pelajar sering kali dapat memengaruhi orang-orang di sekitarnya.

Salah satu bentuk partisipasi pelajar dalam pemberdayaan lingkungan adalah melalui kebiasaan sehari-hari. Meskipun terdengar sederhana, kebiasaan seperti membawa botol minum sendiri, mengurangi penggunaan plastik, mematikan lampu yang tidak digunakan, atau membuang sampah pada tempatnya dapat memberikan dampak yang nyata apabila dilakukan secara konsisten. Sayangnya, masih banyak orang yang memandang tindakan-tindakan tersebut tidak penting karena hasilnya tidak langsung terlihat. Padahal, perubahan besar biasanya berasal dari rutinitas kecil yang dilakukan oleh banyak orang dalam waktu yang lama.

Selain menerapkan pola hidup yang baik, pelajar juga dapat berperan sebagai penggerak di lingkungan sekitarnya. Melalui organisasi sekolah maupun organisasi pelajar, berbagai kegiatan peduli lingkungan dapat dilaksanakan. Kegiatan seperti gotong royong, penghijauan, pengelolaan sampah, atau kampanye kebersihan bukan hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga melatih rasa tanggung jawab sosial. Dari kegiatan itu, pelajar belajar bahwa menjaga lingkungan bukan sekadar teori yang dipelajari di kelas, melainkan tindakan yang perlu dilakukan secara langsung.

Di era modern saat ini, media sosial juga dapat menjadi sarana pemberdayaan lingkungan. Banyak pelajar yang aktif menggunakan berbagai platform media sosial setiap hari. Jika dimanfaatkan dengan baik, media sosial dapat menjadi sarana untuk menyebarkan informasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai isu lingkungan. Sebuah unggahan sederhana tentang pentingnya memilih sampah atau dokumentasi kegiatan bersih-bersih dapat menjadi inspirasi bagi orang lain untuk ikut berkontribusi.

Meskipun demikian, pelajar sering menghadapi kendala dalam mengajak orang lain untuk peduli terhadap lingkungan. Tidak semua orang memiliki kesadaran yang sama, bahkan ada yang menganggap upaya menjaga lingkungan sebagai hal yang merepotkan. Dalam situasi seperti ini, pelajar mesti menunjukkan bahwa perubahan tidak selalu harus dimulai dari langkah yang besar. Konsistensi dalam melaksanakan hal-hal kecil justru dapat menjadi contoh yang lebih efektif dibandingkan sekadar memberikan nasihat.

Pada akhirnya, pelestarian lingkungan bukan hanya tentang menjaga kebersihan atau menanam pohon, tetapi juga tentang membangun kesadaran dan tanggung jawab bersama. Pelajar memiliki kemampuan untuk menjadi contoh, penggerak, sekaligus penyebar kesadaran lingkungan di masyarakat. Dengan memulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat, pelajar dapat menyumbang kontribusi nyata dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik. Meskipun terlihat sederhana, langkah-langkah kecil yang dilaksanakan hari ini dapat membawa perubahan yang besar di masa depan.

Sumber -> Artikel opini karya Irsalina Almasa Adzkiya. Korespondensi dapat melalui Instagram @irsaalinaa

Redaksi KabarMuh2

Kuli tinta

Related Post

Leave a Comment