Kemendikdasmen Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Kualitas Pendidikan Indonesia

JOMBANG – Kualitas pendidikan Indonesia perlu untuk terus dimajukan. Berbagai upaya dilakukan secara bersama-sama dalam mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua. Hal ini menjadi salah satu

Redaksi KabarMuh2

Kemendikdasmen Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Kualitas Pendidikan Indonesia
Kemendikdasmen Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Kualitas Pendidikan Indonesia

JOMBANG – Kualitas pendidikan Indonesia perlu untuk terus dimajukan. Berbagai upaya dilakukan secara bersama-sama dalam mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua. Hal ini menjadi salah satu pembahasan dalam FGD/Diskusi Kelompok Terpumpun pada Jumat (28/8/2026) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur.

Kegiatan ini dihadiri oleh Anandes Langguana, M.I.Kom., Kepala Bagian Informasi dan Fasilitasi Layanan Terpadu-BKHM Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Dr. Mufarrihul Hazin, S.Pd.I., M.Pd. Dosen serta Kepala Pusat Pengembangan Desa dan Daerah pada LPPA UNESA, dan Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) Agil Nuruzzaman. Peserta diskusi lebih dari 50 orang merupakan anggota IPNU dan masyarakat umum.

Anandes mengungkapkan 5 kata kunci kebijakan untuk memajukan pendidikan. Kelima poin yang tertera dalam buku Pendidikan Bermutu untuk Semua: Menggali Pokok-pokok Pikiran Abdul Mu’ti itu adalah; 1) karakter, 2) guru, 3) kolaborasi, 4) konsep pembelajaran bermakna, 5) keadilan.

Anandes pun menambahkan tentang pentingnya pendidikan karakter dan literasi digital bagi individu.

“Berbagai informasi di media sosial dan media digital sangat bisa mempengaruhi perilaku kita. Pendidikan karakter diharapkan memperkuat tanggungjawab sosial, selalu bisa bersama dengan masyarakat, juga mencari solusi akan permasalahan di masyarakat,” ujar Anandes.

Tidak lupa, pembelajaran mendalam sangat penting sebagai paradigma pendidikan, bukan mengganti kurikulum melainkan memperkuat pembelajaran.

“Pembelajaran Mendalam juga diperkenalkan dan diimplementasikan. Ada 3 “ful” untuk menjelaskan kriteria pembelajaran mendalam, yaitu Mindful, Meaningful, dan Joyful,” kata Anandes

Pemerintah dalam hal ini Kemendikdasmen pun tidak diam saja, dengan berbagai program terkait peningkatan kompetensi guru telah dilakukan, salah satunya beasiswa.

“Guru menjadi aktor utama, bisa menempatkan perbaikan kualitas pendidikan melalui kompetensi yang dimiliki oleh guru. Ada beasiswa untuk guru menempuh D4/S1,” tutur Anandes melanjutkan.

Akhirnya, semua upaya memajukan pendidikan ini harus dilakukan dengan kolaborasi yang sering disebut Partisipasi Semesta.

“Untuk pendidikan bermutu tidak terlepas dari kolaborasi dengan rekan-rekan semua. Konsep ini tertera pada catur pusat pendidikan,” tukas Andes.

Dari sudut pandang akademisi dan masyarakat, Mufarrihul Hazin yang akrab disapa Hazin menyampaikan pentingnya regulasi yang rapi.

“Pendidikan perlu untuk dirumuskan regulasinya. Tidak hanya Omnibus Law melainkan perumusan yang lebih mendalam,” kata Farih.

Ia juga berpesan bagi pelajar dan generasi muda NU untuk dapat meningkatkan kualitas SDM.

“Perlu menjadi kader 3 ‘al’. Intelektual, sosial, dan profesional. Kader yang hebat adalah kader yang mampu menulis sejarah perubahan. Tidak hanya menyelenggarakan kegiatan seremonial melainkan juga meningkatkan SDM,” ujar Farih.

PP IPNU melalui Agil Nuruzzaman sebagai penyelenggara kegiatan ini juga menyampaikan terima kasih dan harapannya.

“Terima kasih kepada Kemendikdasmen telah mendukung diskusi ini. Kami berharap dari kegiatan ini dapat memberi rekomendasi bagi PBNU maupun PP IPNU ke depan,” ujar Agil.

Melalui FGD di sela Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama ini diharapkan hasil diskusi dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan Indonesia. Adapun seluruh upaya tersebut diimplementasikan dalam kerangka Pendidikan Bermutu untuk semua.

Redaksi KabarMuh2

Kuli tinta

Related Post

Leave a Comment