MEDAN – Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) resmi mengukuhkan Putra Mahkota Perlis, Yang teramat Mulia Tuanku Syed Sirajudin Jamalullail sebagai Konselor Pertama UMAM. Pengukuhan ini bertempat di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) pada Senin (14/9).
Turut hadir dalam pengukuhan tersebut, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti yang menegaskan bahwa momentum ini bukan sekadar momentum pelantikan, melainkan sebuah penguatan hubungan strategis antara kedua negara yaitu Indonesia dan Malaysia.
Penguatan hubungan ini kemudian diteruskan dalam rangka memperkuat sektor pendidikan tinggi yang mana ini merupakan satu komitmen Muhammadiyah dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkelanjutan.
“Sebab, persoalan terpenting bagi sebuah universitas bukan hanya sehebat mana kita akan menjadi, melainkan manusia seperti apakah yang ingin kita lahirkan. Inilah persoalan yang harus terus hidup dalam perjalanan UMAM,” ujar Mu’ti.
Selanjutnya, Mu’ti yang juga merupakan Menteri Pendidikan dan Menengah Republik Indonesia (Mendikdasmen RI) itu turut menyoroti perubahan zaman dan teknologi yang berjalan semakin cepat.
Dalam hal ini Mu’ti menyebut bahwa perubahan teknologi yang semakin pesat harus disikapi dengan pembentukan sumber daya manusia yang memiliki kecerdasan, kebijaksanaan, dan jiwa kepemimpinan yang memiliki integritas.
“Karena itu UMAM tidak boleh sekedar mengejar kemampuan. UMAM harus memberikan makna kepada kemajuan,” ucap Mu’ti.
Sementara, Putra Mahkota Perlis, Tuanku Syed Sirajudin Jamalullail dalam kesempatan tersebut menegaskan komitmennya sebagai kanselor pertama UMAM.
Dalam amanah barunya ini, ia melihat bahwa UMAM dapat melangkah lebih jauh dengan turut memperkokoh bidang penelitian yang relevan dengan kebutuhan zaman. Selain itu, perluasan hubungan antar bangsa dan kerja sama stragis dengan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) dan seluruh institusi pendidikan tinggi global terutama yang berada di lingkup ASEAN menjadi prioritas utama yang dapat membentuk UMAM semakin unggul dan berkemajuan.
“UMAM punya ruang besar untuk memperkokoh peranannya dalam agenda pendidikan tinggi di ASEAN. Kecemerlangan ilmu juga harus berjalan seiring dengan akhlak, pemikiran kritis, kematangan intelektual, dan semangat berkhidmat kepada umat dan masyarakat,” tegas Sirajudin.


