PAPUA BARAT — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Papua Barat sukses menuntaskan rangkaian Baitul Arqam 2026 yang digelar secara maraton di tiga wilayah strategis: Universitas Muhammadiyah Papua Barat (UMPB) pada 17–19 Juli, Universitas Muhammadiyah Teluk Bintuni (UNIMUTU) pada 23–25 Juli, dan PDM Fakfak pada 24–26 Juli 2026. Ratusan peserta dari berbagai unsur Persyarikatan turut serta, mulai dari jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan PTM, pimpinan AUM, hingga pengurus Organisasi Otonom se-Papua Barat.
Guna menjaga kualitas dan standarisasi pengkaderan, PWM Papua Barat menghadirkan tim instruktur dari Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PP Muhammadiyah, dipimpin langsung oleh Ketua MPKSDI Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, MPA, bersama jajaran wakil ketua dan instruktur nasional yang bertugas di Papua.
Ketua PWM Papua Barat, Dr. Ir. H. Mulyadi Djaya, M.Si., yang membuka langsung seluruh rangkaian kegiatan, menyambut hangat kehadiran PP Muhammadiyah sebagai energi baru bagi dakwah di Bumi Cenderawasih.
“Tantangan dan peluang dakwah di Papua masih sangat membentang. Kehadiran PP Muhammadiyah akan semakin menambah semangat kami untuk mensyiarkan Islam berkemajuan di Bumi Cenderawasih,” ujarnya.
Selama pelatihan, peserta mendalami materi Ideologi Muhammadiyah, Pengembangan Wawasan, Sosial Kemanusiaan, dan Kepemimpinan Keorganisasian. Melalui pola pembelajaran orang dewasa, instruktur dan peserta berdiskusi mendalam mengenai tantangan dakwah di Papua serta merumuskan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang konkret dan terukur.
Sekretaris PWM Papua Barat, Syamsul Inay, menegaskan bahwa esensi Baitul Arqam bukan sekadar penambahan wawasan teoritis, melainkan transformasi sikap dan tindakan nyata.
“Di Muhammadiyah tidak ada waktu untuk sibuk mencari kesalahan. Waktu kita terlalu berharga untuk digunakan bersungguh-sungguh menjadi produktif, bermanfaat bagi umat, bangsa, dan persyarikatan,” tegasnya.
Pascapelatihan, seluruh alumni diharapkan membawa semangat baru ke daerah masing-masing untuk menerjemahkan nilai-nilai ideologi menjadi karya nyata melalui pendidikan bermutu, pelayanan sosial yang tulus, dan pembangunan inklusif bagi masyarakat Papua Barat.


