Sinergikan Dakwah dan Teknologi, Muhammadiyah Bergandengan dengan MUI dan Baznas Cetak Mujahid Digital

JAKARTA — Muhammadiyah memperkuat perannya dalam ekosistem dakwah digital dengan turut hadir sebagai narasumber sekaligus peserta dalam Workshop Amplifikasi Literasi Keislaman Digital Era AI yang

Redaksi KabarMuh2

Sinergikan Dakwah dan Teknologi, Muhammadiyah Bergandengan dengan MUI dan Baznas Cetak Mujahid Digital
Sinergikan Dakwah dan Teknologi, Muhammadiyah Bergandengan dengan MUI dan Baznas Cetak Mujahid Digital

JAKARTA — Muhammadiyah memperkuat perannya dalam ekosistem dakwah digital dengan turut hadir sebagai narasumber sekaligus peserta dalam Workshop Amplifikasi Literasi Keislaman Digital Era AI yang digelar Komisi Informasi, Komunikasi, dan Digital (Infokomdigi) Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI pada Rabu (29/7/2026) di Jakarta.

Kehadiran Muhammadiyah dalam program pembinaan Mujahid Digital binaan Komisi Infokomdigi MUI Pusat ini menegaskan komitmen persyarikatan dalam mengawal ekosistem dakwah digital yang sehat, inovatif, dan bertanggung jawab.

Salah satu kontribusi strategis Muhammadiyah dalam workshop ini adalah kehadiran Ismail Fahmi, Wakil Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah sekaligus founder Drone Emprit, sebagai narasumber. Dengan keahliannya di bidang analisis media sosial dan kecerdasan buatan, Ismail Fahmi hadir untuk membekali para peserta dengan pendekatan berbasis data dalam memproduksi dan mendistribusikan konten keislaman yang akurat, terukur, dan berdampak luas. Kehadirannya menjadi simbol nyata bahwa Muhammadiyah tidak hanya berpartisipasi, tetapi juga berkontribusi aktif dalam mencetak generasi Mujahid Digital yang kompeten.

Workshop ini merupakan implementasi nyata dari rekomendasi Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII yang menempatkan transformasi digital dan AI sebagai isu strategis bagi masa depan umat Islam Indonesia. Melalui sinergi antara MUI, Baznas, dan Muhammadiyah, kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi para pegiat literasi keislaman untuk memanfaatkan AI secara profesional dalam mendukung dakwah dan edukasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Ketua Komisi Infokomdigi MUI, Hari Usmayadi atau akrab disapa Cak Usma, menegaskan bahwa workshop ini hadir untuk menjawab tantangan nyata di era AI.

“Kita akan melanjutkan inisiasi MUI untuk memperkuat Mujahid Digital dengan langkah nyata dalam bentuk workshop yang tidak hanya berisi teori, tetapi juga praktik langsung dalam menyebarkan mandat MUI kepada umat di era AI ini,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa perkembangan AI membuka peluang besar bagi penguatan dakwah, namun sekaligus menghadirkan ancaman berupa disinformasi, deepfake, dan konten keagamaan yang tidak terverifikasi.

“Teknologi harus menjadi instrumen yang memperkuat dakwah Islam, bukan sebaliknya. Setiap konten keislaman yang diproduksi dengan bantuan AI tetap harus melalui proses validasi agar akurasi dalil, substansi keilmuan, dan nilai-nilai syariat tetap terjaga,” tegasnya.

Berbeda dari seminar konvensional, workshop ini dirancang 60 persen praktik dan 40 persen teori. Peserta akan dibimbing menyusun prompt, menulis artikel dengan pendekatan generative engine optimization (GEO), membuat konten visual dan video berbantuan AI, hingga merancang kalender konten 30 hari.

“Kami ingin setiap peserta pulang dengan karya yang siap dipublikasikan. Mereka juga diharapkan memiliki bank prompt AI dan kalender konten yang bisa langsung diterapkan di lingkungan kerja masing-masing,” kata Cak Usma.

Melalui sinergi ini, Muhammadiyah, MUI, dan Baznas berharap lahir komunitas Mujahid Digital yang mampu memanfaatkan AI secara profesional, inovatif, dan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam.

“Umat harus menjadi subjek dalam perkembangan teknologi, bukan hanya menjadi penonton,” pungkas Hari.

Redaksi KabarMuh2

Kuli tinta

Related Post

Leave a Comment