BANDUNG — Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Jawa Barat bersama Majelis Tabligh dan Ketarjihan (MTK), Majelis Pembinaan Kader (MPK), serta Lembaga Budaya, Seni, dan Olahraga (LBSO) ‘Aisyiyah Jawa Barat menggelar Camping AMM-Aisyiyah Jawa Barat 2026 di Bumi Perkemahan New Pallima Hills, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Sabtu–Ahad (15–16/8/2026).
Mengusung tema “Bersama – Berkemajuan – Berkontribusi”, kegiatan yang diikuti 63 peserta dan panitia ini menjadi ruang mempererat ukhuwah, membangun kepemimpinan muda, serta menguatkan gerakan Islam berkemajuan di kalangan kader.
Ketua Majelis Tabligh dan Ketarjihan PWA Jawa Barat, Dr. Kokom Komariah, M.M.Pd., mengatakan kaderisasi bukan sekadar proses menambah pengetahuan, melainkan perjalanan untuk menemukan jati diri dan peran di tengah masyarakat.
“Pengkaderan bukan sekadar kegiatan untuk menambah pengetahuan. Pengkaderan adalah proses perjalanan untuk menemukan jati diri, mengenal Allah, memahami kehidupan, dan menemukan peran kita di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut menghasilkan perubahan nyata pada diri peserta setelah kembali ke lingkungan masing-masing.
“Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti pada selesainya acara. Ketika pulang nanti, ada sesuatu yang berubah dalam diri kita: yang tadinya tidak mengenal diri, menjadi mengenal potensi diri; yang tadinya jauh dari Allah, menjadi semakin dekat kepada Allah; yang tadinya kurang peduli terhadap alam dan masyarakat, menjadi pribadi yang mau menjaga dan memberi manfaat,” tutur Kokom.
Penguatan kader dilakukan melalui empat orientasi ma’rifah, yakni Ma’rifatun Nafs (mengenal diri) oleh Dr. Irianti Usman, M.A.; Ma’rifatullah (mengenal Allah) oleh Ust. Nur Fajri Romadhon, B.Sh., M.A.; Ma’rifatul Ma‘ad (mengenal akhirat) oleh Teguh Mulyadi, S.Sy.; serta Ma’rifatul ‘Alam (mengenal alam) oleh Prof. Dr. Wahyu Srigutomo, S.Si., M.Si., Ph.D.
Ketua Pelaksana, Dr. Irianti Usman, M.A., menjelaskan kegiatan tersebut mengelaborasi konsep kebahagiaan dan kunci kebahagiaan dalam pemikiran Imam Al-Ghazali.
“Camping Angkatan Muda Muhammadiyah yang ditujukan untuk mengelaborasi konsep kebahagiaan dan kunci kebahagiaan oleh Imam Al-Ghazali. Jadi ada di situ yang disebut dengan ilmu tentang siapa kita, siapa diri ini, tujuan hidup kita, apa yang diinginkan Allah dari kita,” tuturnya.
Menurut Irianti, pemahaman tentang diri juga berkaitan erat dengan alam dan tanggung jawab manusia terhadap lingkungan.
“Kita juga ingin membantu para kader-kader Muhammadiyah untuk paham bahwa ada keterkaitan yang tak bisa dihindari antara diri mereka dengan alam yang lainnya. Jadi kita adalah bagian dari alam, makanya kita harus menjadi agen untuk mempromosikan penjagaan alam,” jelasnya.
Ia menambahkan, Ma’rifatul Ma‘ad mengingatkan bahwa seluruh perbuatan manusia akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.
“Apapun yang kita lakukan di dunia ini, pasti akan dimintai pertanggungjawabannya nanti oleh Allah SWT,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua PWM Jawa Barat sekaligus Dekan ITB, Prof. Dr. Ir. H. Wahyu Srigutomo, M.Si., mengajak kader menjadikan kegiatan luar ruang sebagai sarana tadabbur alam dan membangun kesadaran spiritual ekologis.
“Saya berpesan kepada Angkatan Muda Muhammadiyah untuk senantiasa memanfaatkan event-event seperti ini, proses tadabbur alam sekaligus juga pendalaman kesadaran spiritual ekologis,” pesannya.
Ia menekankan, kesalehan juga harus diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan.
“Menjadi orang soleh itu artinya juga menjaga lingkungan dari hal yang terkecil, mulai dari ketika membuang sampah kemudian menjaga sampai hal-hal yang besar, termasuk menjaga kerusakan lingkungan dari eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan,” tambahnya.
Peserta turut merasakan manfaat kegiatan. Rohimah dari PK IMM Universitas Muhammadiyah Sukabumi menilai camping menambah wawasan, relasi, dan pengalaman. Sementara Maulana Ismail dari PK IMM Universitas Muhammadiyah Bandung berharap kegiatan serupa terus berlanjut agar kader senantiasa mengingat jati diri dan tujuan hidup.
Apresiasi juga disampaikan Fatimah Azzahra dari PDNA Kota Bandung. Ia menilai tema tazkiyatun nafs yang diangkat menjadi momentum penting untuk memperdalam spiritualitas kader.
“Yang diangkat adalah tema tazkiyatun nafs yang pada saat ini kita sudah jarang dengan materi-materi ini. Selamat sukses dan terimakasih, jazakumullah khaira katsiran kepada para pemateri,” tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, Camping AMM-Aisyiyah Jawa Barat 2026 tidak hanya menjadi ruang silaturahmi, tetapi juga sarana memperkuat orientasi spiritual, intelektual, sosial, dan ekologis kader menuju gerakan Muhammadiyah yang berkemajuan.
Sumber -> Artikel kiriman Anqiya Zaki Mushoddiq (Instagram https://www.instagram.com/anqiyazakim?igsh=aXV0dGNya2Z3cWVs). Agustus 2026.


