FLORES — Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) mengaktifkan 10 titik pos pelayanan untuk memperkuat respons kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur.
Melalui pos-pos tersebut, MDMC berupaya menghadirkan layanan yang lebih dekat dengan masyarakat dan menyesuaikan bantuan dengan situasi di wilayah terdampak.
Wakil Ketua MDMC PP Muhammadiyah Indrayanto menjelaskan bahwa Pos pelayanan Muhammadiyah memberikan sejumlah layanan, meliputi kesehatan, dukungan permakanan dan logistik non-makanan, air bersih dan sanitasi, hunian darurat, dukungan psikososial, serta pendidikan darurat.
“Pelayanan juga diperkuat dengan pengerahan relawan MDMC setempat dan dukungan relawan dari sejumlah perguruan tinggi serta fasilitas kesehatan Muhammadiyah,”jelasnya seperti dikutip dalam siaran pers yang diterima pada Selasa (18/8).
Dalam respons ini, MDMC melibatkan relawan dari Muhammadiyah Maumere, Universitas Muhammadiyah Kupang, KKN UMY, KKN UAD, Rumah Sakit Muhammadiyah Ende, dan Rumah Sakit Muhammadiyah Bima. Dukungan juga diberikan melalui pengerahan MPKU dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DIY, serta dukungan sumber daya relawan dan logistik bantuan dari MDMC Jawa Timur.
Indrayanto melaporkan, bahwa sebagian masyarakat masih mengalami trauma akibat gempa yang hingga saat ini masih disertai gempa susulan.
“Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam pelaksanaan respons, khususnya dalam penyediaan layanan kesehatan dan dukungan psikososial bagi masyarakat terdampak,” tambahnya.
Sepuluh titik pos pelayanan Muhammadiyah yang disiapkan meliputi Pos Pelayanan Mbay, Waekokak, Ngolombai, Klinik Muhammadiyah Ende, Universitas Muhammadiyah Maumere, SMK Muhammadiyah, Reo dan Reo Barat, Cabal dan Cabal Barat, Labuan Bajo, serta Ruing.
Diakhir laporannya, Indrayanto menyampaikan bahwa melalui penguatan pos pelayanan di berbagai wilayah, MDMC berupaya memastikan respons kemanusiaan dapat menjangkau masyarakat terdampak secara lebih dekat.
“Kehadiran relawan, tenaga kesehatan, serta dukungan logistik di masing-masing titik diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mendukung proses pemulihan pascabencana,” pungkasnya.


