BANTEN — Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersilaturahim dengan jajaran Agung Sedayu Group (ASG) di Menara Syariah, Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Banten, Selasa (18/8). Pertemuan membahas penguatan dakwah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), perkembangan ekonomi syariah, serta peluang kolaborasi lintas sektor.
Silaturahim tersebut diterima Presiden Direktur Agung Sedayu Group Nono Sampono dan Komisaris Utama Menara Syariah Harianto Solichin. Dari Muhammadiyah hadir Muhajir Effendy, Ketua LDK PP Muhammadiyah Muchamad Arifin, Kepala Kantor Sekretariat PP Muhammadiyah Jakarta Hefinal Chairan, dan Bendahara LDK PP Muhammadiyah Kamarul Zaman.
Ketua LDK PP Muhammadiyah Muchamad Arifin menjelaskan, dakwah di wilayah 3T menghadapi tantangan berbeda dengan kawasan perkotaan, mulai dari kondisi geografis, akses transportasi dan komunikasi, hingga persoalan sosial ekonomi masyarakat.
“Dakwah di daerah 3T tidak cukup hanya dengan mengirim dai. Yang juga penting adalah bagaimana dai mendapatkan dukungan, pendampingan, sarana, dan ekosistem yang memungkinkan program dakwah berjalan secara berkelanjutan,” ujar Muchamad Arifin.
Menurutnya, dai di wilayah 3T diharapkan tidak hanya menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga terlibat dalam pemberdayaan masyarakat, pendidikan, penguatan kehidupan sosial, dan kemandirian ekonomi.
LDK PP Muhammadiyah menilai penguatan dakwah 3T membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah, organisasi masyarakat, dunia usaha, lembaga filantropi, perguruan tinggi, dan komunitas.
“Banyak masukan dari berbagai komponen sangat dibutuhkan agar program dakwah di 3T semakin tepat sasaran. Kita ingin kebutuhan dai di lapangan benar-benar dipahami, sehingga dukungan yang diberikan tidak bersifat sesaat, tetapi mampu menjawab kebutuhan dan menjamin keberlangsungan dakwah,” tambahnya.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas pengembangan ekonomi syariah sebagai instrumen pemberdayaan umat. Perspektif dunia usaha dinilai dapat memperkaya pengembangan dakwah melalui pengelolaan sumber daya, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan ekosistem ekonomi.
Pertemuan ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menghadirkan dakwah yang mencerahkan sekaligus memberdayakan, khususnya bagi masyarakat di kawasan 3T.


