JAKARTA – Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyampaikan orasi ilmiah pada pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Seni Budaya (LSB) Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Gedung Pusat Dakwah PP Muhammadiyah, Jakarta, Sabtu (11/07). Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak Muhammadiyah memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dalam memajukan kebudayaan nasional sebagai bagian dari pembangunan peradaban Indonesia.
Fadli menegaskan bahwa hadirnya Kementerian Kebudayaan sebagai kementerian tersendiri merupakan momentum strategis untuk mempercepat pelestarian dan pengembangan budaya bangsa, sesuai amanat Pasal 32 Ayat (1) UUD 1945.
“Konstitusi telah memberikan mandat yang sangat jelas bahwa kebudayaan merupakan bagian penting dalam membangun identitas dan kemajuan bangsa,” ujarnya.
Ia memaparkan kekayaan budaya Indonesia yang luar biasa. Lebih dari 2.700 Warisan Budaya Takbenda, 743 Cagar Budaya Nasional, serta berbagai temuan arkeologi terbaru yang mengukuhkan posisi Indonesia sebagai salah satu pusat peradaban dunia, mulai dari lukisan gua tertua di Pulau Muna hingga artefak Islam awal di Bongal, Tapanuli Tengah.
“Temuan-temuan tersebut membuka ruang kajian baru mengenai sejarah Indonesia sekaligus memperkuat narasi bahwa bangsa ini memiliki warisan budaya yang sangat tua dan bernilai tinggi,” katanya.
Fadli juga menegaskan bahwa Islam dan kebudayaan bukanlah dua hal yang bertentangan. Sejarah mencatat penyebaran Islam di Nusantara berlangsung melalui pendekatan budaya, dialog, dan akulturasi. Karena itu, seni dan budaya harus terus dikembangkan sebagai instrumen dakwah dan pembangunan karakter.
“Budaya adalah soft power yang sangat kuat. Seni dan budaya harus terus dikembangkan sebagai instrumen dakwah, pendidikan, dan pembangunan karakter bangsa,” tegasnya.
Fadli menawarkan berbagai peluang kerja sama antara Kementerian Kebudayaan dan LSB PP Muhammadiyah, meliputi pemanfaatan Dana Indonesiana, pengembangan festival seni budaya, hingga penyelenggaraan Santri Film Festival sebagai ruang kreativitas generasi muda.
Ia berharap Rakernas ini menjadi tonggak penting dalam membangun ekosistem seni budaya yang kreatif, inklusif, dan berkemajuan demi peradaban Indonesia yang unggul.^^


