SUKOHARJO – Penyuluhan kesehatan bagi lansia kerap terjebak dalam metode ceramah satu arah yang membuat peserta cenderung pasif. Berangkat dari persoalan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Interprofessional Education (KKN IPE) Kelompok 65 Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menghadirkan inovasi edukatif bertajuk Games Lampu Sehat Lansia. Lampu Sehat Lansia ialah sebuah metode pembelajaran interaktif yang dirancang khusus sesuai karakteristik lanjut usia pada peserta.
Inovasi ini diterapkan dalam program SERUNI (Sehat Rutin Mengontrol Hipertensi dan Diabetes Mellitus) yang dilaksanakan di Posyandu Lansia Nusa Indah pada 20 Juni 2026 dan Posyandu Lansia Kamboja pada 22 Juni 2026, bertempat di Desa Plumbon, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo. Program ini lahir dari data posyandu yang menunjukkan bahwa hipertensi dan diabetes mellitus masih menjadi masalah kesehatan utama di kalangan lansia Desa Plumbon.
Games Lampu Sehat Lansia terinspirasi dari konsep lampu lalu lintas yang sudah akrab dalam keseharian masyarakat. Sistem permainannya sederhana: setiap peserta memegang tiga kartu berwarna hijau (benar), kuning (ragu-ragu), dan merah (salah). Setelah pemateri menjelaskan satu subtopik melalui media flipchart berukuran A3 dengan tulisan besar dan ilustrasi yang jelas, sebuah pernyataan dibacakan dan peserta diminta mengangkat kartu sesuai jawaban mereka. Pemateri kemudian langsung membahas jawaban yang benar sebelum melanjutkan ke materi berikutnya.
Pendekatan ini dipilih karena mempertimbangkan kondisi lansia yang umumnya mengalami penurunan kemampuan penglihatan, daya ingat, dan motorik halus. Dibandingkan mengisi lembar soal, mengangkat kartu berwarna jauh lebih mudah dan membuat lansia lebih percaya diri untuk berpartisipasi aktif.
Program SERUNI juga menjadi implementasi nyata konsep Interprofessional Education (IPE) melalui kolaborasi mahasiswa dari empat disiplin ilmu: Kesehatan Masyarakat, Gizi, Keperawatan, dan Fisioterapi. Masing-masing memberikan edukasi sesuai bidang keahliannya mulai dari faktor risiko, pola makan sehat, kepatuhan obat, hingga senam hipertensi. Kegiatan juga dilengkapi pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol sebagai upaya deteksi dini.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para lansia aktif mengangkat kartu, berdiskusi, dan berbagi pengalaman dalam mengelola hipertensi maupun diabetes. Suasana penyuluhan menjadi lebih hidup dan peserta yang aktif mendapatkan doorprize sebagai bentuk apresiasi.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, mahasiswa KKN IPE Kelompok 65 menyerahkan media flipchart kepada kader Posyandu Lansia Desa Plumbon agar dapat dimanfaatkan kembali dalam kegiatan posyandu maupun penyuluhan berikutnya.
Melalui inovasi Games Lampu Sehat Lansia, KKN IPE Kelompok 65 FIK UMS membuktikan bahwa edukasi kesehatan dapat dikemas secara kreatif tanpa mengorbankan kualitas materi — sebuah model penyuluhan berbasis kolaborasi lintas profesi yang relevan dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Sumber -> Artikel pers rilis kiriman Kontributor. Juli 2026.


