PALANGKA RAYA – Muhammadiyah menyalurkan 250 kaleng oxycan atau tabung oksigen portabel bagi relawan yang menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Bantuan ini menjadi bagian dari respons bersama One Muhammadiyah One Response (OMOR) untuk menjaga ketahanan kesehatan relawan di tengah paparan kabut asap dan aktivitas penanganan kebakaran.
Oxycan didistribusikan pada Kamis (1/10) ke empat pos layanan Muhammadiyah. Sebanyak 75 kaleng disalurkan ke Pos Layanan MDMC Kota Palangka Raya, 75 kaleng ke MDMC Kabupaten Kotawaringin Timur, 50 kaleng ke MDMC Kabupaten Katingan, dan 50 kaleng ke MDMC Kabupaten Kotawaringin Barat.
Bantuan tersebut diprioritaskan bagi relawan yang terlibat langsung dalam pemadaman dan penanganan karhutla. Oxycan disiapkan sebagai pertolongan pertama ketika relawan mengalami sesak napas akibat kelelahan maupun paparan asap di lapangan.
Selain membagikan oxycan, OMOR melalui MDMC, Lazismu Kalimantan Tengah, dan organisasi otonom Muhammadiyah juga mendirikan rumah oksigen di sejumlah wilayah. Layanan tersedia di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kalimantan Tengah, Kota Palangka Raya, Kotawaringin Timur, Muara Teweh, Kasongan, dan Kotawaringin Barat.
Ketua Pos Koordinator, Inayati Maharani, menyampaikan bahwa dukungan ini terlaksana melalui gotong royong berbagai pihak. Ia mengapresiasi Lazismu Jawa Timur dan PT Samator Group yang telah mengirimkan oxycan untuk relawan.
“Semangat One Muhammadiyah One Response adalah terus memberi solusi di tengah bencana dan memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat, terutama para relawan di lapangan. Semoga ikhtiar bersama ini membawa keberkahan bagi seluruh warga,” ujar Inayati.
Manajer Area Lazismu Kalimantan Tengah, Kurniawan, menambahkan bahwa dukungan itu dijalankan melalui program Indonesia Siaga. Selain rumah oksigen dan pembagian oxycan, tim Muhammadiyah menerjunkan relawan untuk pemadaman dan pendinginan serta menyalurkan bantuan nutrisi.


