JAKARTA — Lazismu terus mencatatkan lompatan luar biasa dalam penghimpunan dana. Sepanjang tahun 2025, lembaga amil zakat milik Muhammadiyah ini berhasil menghimpun dana sebesar Rp792,96 miliar. Capaian ini melampaui target Rp519,78 miliar atau setara 153 persen. Angka ini bukan sekadar rekor baru, melainkan cerminan nyata dari kepercayaan publik yang semakin kokoh terhadap Muhammadiyah sebagai gerakan filantropi Islam terpercaya di Indonesia.
Lazismu menunjukkan tren pertumbuhan penghimpunan dana LAZIS dalam tiga tahun terakhir. Dana terkumpul pada tahun 2023 sejumlah Rp508 miliar, meningkat menjadi Rp532 miliar pada 2024, dan melonjak signifikan menjadi Rp792 miliar pada 2025. Dalam dua tahun saja, penghimpunan tumbuh lebih dari 56 persen. Peningkatan ini menunjukkan akselerasi yang mencerminkan kepercayaan masyarakat yang terus bertumbuh terhadap integritas dan dampak nyata program Lazismu.
Direktur Utama Lazismu Pusat, Barry Adhitya, menegaskan bahwa kepercayaan tersebut adalah amanah yang harus terus dijaga.
“Kepercayaan para muzaki, donatur, mitra program, pemerintah, dan masyarakat merupakan amanah yang harus dijaga melalui tata kelola yang profesional, transparan, akuntabel, dan memberikan dampak nyata,” ujarnya.
Dari total dana yang terhimpun, sekitar Rp641,32 miliar telah disalurkan kepada jutaan penerima manfaat melalui program di berbagai sektor. Program sosial, dakwah, dan kemanusiaan menjadi sektor terluas dengan 1.952.422 penerima manfaat, disusul pendidikan (205.630), lingkungan (45.550), kesehatan (32.361), dan ekonomi (37.360).
Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, menyebut tema Milad ke-24, Integrasi Menguatkan Dampak, sebagai peta jalan lembaga ke depan.
“Integrasi menjadi fondasi penting dalam pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya agar mampu menghasilkan program yang lebih efektif, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Kepercayaan publik itu juga terefleksi dalam rekam jejak kelembagaan. Lazismu meraih Akreditasi A dari Kemenag selama enam tahun berturut-turut (2019–2024) dengan status opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) secara konsisten dari Kantor Akuntan Publik.
Momentum Milad ke-24 diperingati pada Rabu (29/7/2026) di Aula Perpustakaan Nasional RI Jakarta menjadi penanda bahwa Lazismu dan Muhammadiyah semakin mantap melangkah sebagai kekuatan filantropi Islam yang dipercaya, berdampak, dan berkelanjutan.^^


