Ratusan Pelajar MTs Muhammadiyah Pontren Imam Syuhodo Deklarasikan Gerakan Anti Bullying

SUKOHARJO – Sebanyak 678 siswa MTs Muhammadiyah Pontren Imam Syuhodo mengikuti Deklarasi Anti-Bullying yang digelar di halaman Pondok Pesantren Imam Syuhodo, Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini

Redaksi KabarMuh2

Ratusan Pelajar MTs Muhammadiyah Pontren Imam Syuhodo Deklarasikan Gerakan Anti Bulyying
Ratusan Pelajar MTs Muhammadiyah Pontren Imam Syuhodo Deklarasikan Gerakan Anti Bulyying

SUKOHARJO – Sebanyak 678 siswa MTs Muhammadiyah Pontren Imam Syuhodo mengikuti Deklarasi Anti-Bullying yang digelar di halaman Pondok Pesantren Imam Syuhodo, Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini menjadi komitmen bersama seluruh warga madrasah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta bebas dari segala bentuk perundungan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Pawai Cinta Madrasah yang diikuti seluruh siswa sebagai simbol semangat menjaga persatuan, kebersamaan, dan budaya saling menghormati di lingkungan madrasah. Dengan membawa berbagai atribut dan yel-yel positif, para peserta menyuarakan pesan penolakan terhadap segala bentuk bullying serta pentingnya membangun karakter yang berakhlakul karimah.

Setelah pawai, acara dilanjutkan dengan pembacaan ikrar anti-bullying yang dipimpin langsung oleh Kepala MTs Muhammadiyah Pontren Imam Syuhodo, Muhammad Isa Malik Ibrahim. Seluruh siswa dengan penuh semangat mengikuti ikrar sebagai bentuk komitmen untuk saling menghormati, menjaga persaudaraan, dan menolak segala bentuk kekerasan maupun perundungan di lingkungan madrasah.

Dalam orasi bertajuk “Menjaga Ukhuwah dengan Akhlakul Karimah”, Kepala Madrasah menegaskan bahwa madrasah merupakan tempat menuntut ilmu dan membangun karakter, bukan tempat menanam permusuhan.

“Perilaku bullying, baik berupa kekerasan fisik, ejekan verbal, pengucilan, maupun perundungan melalui media sosial merupakan perbuatan zalim yang dilarang dalam Islam,” tegasnya.

Ia mengingatkan firman Allah SWT dalam Surah Al-Hujurat ayat 11 yang melarang umat Islam mengolok-olok maupun merendahkan orang lain. Selain itu, ia juga mengutip hadis Rasulullah SAW yang menjelaskan bahwa seorang muslim sejati adalah mereka yang mampu menjaga orang lain dari gangguan lisan maupun tangannya. Pesan tersebut menjadi pengingat agar para siswa senantiasa menjaga ucapan, sikap, dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat bermedia sosial.

Melalui deklarasi ini, seluruh siswa diajak menjadi bagian dari solusi dalam mencegah perundungan. Mereka diimbau untuk tidak tinggal diam ketika melihat tindakan bullying, tetapi berani membantu korban, menegur pelaku, atau melaporkannya kepada guru agar dapat ditangani dengan baik.

Sebagai bentuk komitmen nyata, kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen anti-bullying oleh seluruh siswa MTs Muhammadiyah Pontren Imam Syuhodo. Penandatanganan ini menjadi simbol tekad bersama untuk menciptakan budaya madrasah yang aman, damai, inklusif, serta menjunjung tinggi nilai-nilai ukhuwah Islamiyah dan akhlakul karimah.

Melalui kegiatan ini, MTs Muhammadiyah Pontren Imam Syuhodo berharap seluruh peserta didik mampu menjadi generasi yang berkarakter, berempati, dan memiliki kepedulian terhadap sesama sehingga terwujud Madrasah Ramah Anak yang bebas dari perundungan dan penuh keberkahan.

Sumber -> Rilis berita kiriman Dimas Sanjaya MTs Muhammadiyah Pontren Imam Syuhodo Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah. 16 Juli 2026.

Redaksi KabarMuh2

Kuli tinta

Related Post

Leave a Comment