Dosen Muhammadiyah Ciptakan Inovasi Sistem Akuaponik Dengan Memanfaatkan Air Wudhu

SLEMAN – Tim pengabdian masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berkolaborasi dengan Universitas Ahmad Dahlan menggelar seminar edukasi di Masjid Al Ittihad Sleman pada Minggu (05/04).

Kuli Tinta

Dosen Muhammadiyah Ciptakan Inovasi Sistem Akuaponik Dengan Memanfaatkan Air Wudhu
Dosen Muhammadiyah Ciptakan Inovasi Sistem Akuaponik Dengan Memanfaatkan Air Wudhu

SLEMAN – Tim pengabdian masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berkolaborasi dengan Universitas Ahmad Dahlan menggelar seminar edukasi di Masjid Al Ittihad Sleman pada Minggu (05/04).

Mengusung tema ‘Model Inovasi Hijau Budikdamber’, program ini bertujuan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat setempat melalui sistem pertanian sederhana. Dalam mendukung pemberdayaan, Tim dari UMY dan UAD juga menyerahkan bantuan berupa unit akuaponik kepada warga setempat.

Ketua tim pemberdayaan masyarakat Ir. Lestari Rahayu, M.P. menyatakan bahwa program ini bertujuan mengajak masyarakat mengubah limbah air wudhu menjadi sumber daya produktif.

“Secara rata-rata, setiap jamaah menghasilkan 10-15 liter air wudhu per hari. Melalui sistem sirkulasi akuaponik, limbah cair tersebut kini bermanfaat sebagai nutrisi bagi tanaman dan media budidaya ikan,” jelas Lestari saat dihubungi pada Selasa (7/4).

Kegiatan ini menyasar marbot masjid, remaja masjid, serta warga Padukuhan Karangwuni dan Kocoran Baru. Dalam pelaksanaannya, tim menghadirkan Muhammad Farhan, S.P., pemilik Karya Farm sekaligus alumni Agribisnis UMY. Ia membagikan teknik praktis budidaya ikan dan sayuran di lahan yang sempit.

Kegiatan ini turut dihadiri Bagas Adhiputro selaku perwakilan General Affair dari Warung Spesial Sambar (SS). Kehadiran pihak industri ini membuka ruang diskusi strategis mengenai efisiensi bahan pangan.

Bagas mengungkapkan bahwa Warung SS sangat tertarik dengan sistem ini untuk mendukung program “Kebun Produktif”. Meskipun sebelumnya sempat menghadapi kendala teknis pada budidaya ikan, mereka tetap optimis.

“Saat ini Warung SS memiliki program kebun produktif. Meskipun budidaya ikan sempat gagal panen, pemilik menyarankan kami tetap fokus pada budidaya tanaman terlebih dahulu,” jelas Bagas.

Sebagai bentuk komitmen, tim dosen UMY membagikan kit akuaponik secara simbolis kepada takmir Masjid Al Ittihad dan perwakilan Warung SS. Bantuan ini bertujuan agar sistem sirkulasi air wudhu dapat segera beroperasi secara maksimal.

Selain itu, tim pengabdian memberikan kesempatan bagi peserta seminar untuk mengembangkan sistem ini di rumah masing-masing. Warga yang berminat dapat mengajukan permintaan kit akuaponik kepada tim pengabdi. Langkah ini memastikan bahwa inovasi teknologi hijau ini dapat merambah hingga ke unit rumah tangga warga.

Sumber -> Disadur dari artikel Suara Muhammadiyah. April 2026. ‘Inovasi Manfaatkan Air Wudhu Jadi Sistem Akuaponik Karya Dosen Muhammadiyah‘ https://suaramuhammadiyah.id/read/inovasi-manfaatkan-air-wudhu-jadi-sistem-akuaponik-karya-dosen-muhammadiyah

Kuli Tinta

Kuli tinta

Related Post

Leave a Comment