Akademi Sejarah Muhammadiyah Gagas Asosiasi Prodi Sejarah PTMA, Perkuat Pendidikan Sejarah Muhammadiyah

YOGYAKARTA — Akademi Sejarah Muhammadiyah (ASM) tidak hanya memperkuat kapasitas akademik dosen sejarah di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), tetapi juga melahirkan gagasan

Redaksi KabarMuh2

Akademi Sejarah Muhammadiyah Gagas Asosiasi Prodi Sejarah PTMA, Perkuat Pendidikan Sejarah Muhammadiyah
Akademi Sejarah Muhammadiyah Gagas Asosiasi Prodi Sejarah PTMA, Perkuat Pendidikan Sejarah Muhammadiyah

YOGYAKARTA — Akademi Sejarah Muhammadiyah (ASM) tidak hanya memperkuat kapasitas akademik dosen sejarah di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), tetapi juga melahirkan gagasan strategis pembentukan Asosiasi Program Studi Sejarah PTM. Gagasan ini mengemuka dalam rapat yang diselenggarakan pada Ahad (12/7) di Student Dormitory Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dipimpin Widyastuti, M.Hum, Wakil Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah.

Forum yang dihadiri perwakilan program studi sejarah dari UM Palembang, UM Metro, UHAMKA, dan UM Purwokerto ini membahas peluang kolaborasi untuk memperkuat pendidikan sejarah di lingkungan Muhammadiyah. Peserta juga merancang agenda strategis yang akan ditindaklanjuti dalam ASM Batch 2 di Surabaya pada Agustus mendatang.

Ipong Jazimah, M.Pd., Kaprodi Pendidikan Sejarah UM Purwokerto, menekankan pentingnya penyesuaian kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) sekaligus mendorong hadirnya mata kuliah berciri khas Muhammadiyah.

“Pengembangan mata kuliah Sejarah Muhammadiyah perlu menjadi inspirasi bagi PTMA lain dalam memperkuat identitas akademik persyarikatan,” ujarnya.

Andi, M.Pd., Kaprodi Pendidikan Sejarah UHAMKA, menilai keberadaan asosiasi akan memperkuat promosi program studi sejarah yang tengah menghadapi tren penurunan jumlah mahasiswa.

“Asosiasi ini penting agar prodi sejarah di PTMA bisa saling menopang dan bergerak bersama,” katanya.

Dr. Asep Daud Kosasih dari UM Purwokerto menekankan penguatan kajian Sejarah Muhammadiyah sebagai bagian dari pengembangan mata kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), sementara Yusinta Tia Rusdiana dari UM Palembang mendorong agar Sejarah Muhammadiyah dirumuskan sebagai penciri akademik yang terintegrasi dalam kurikulum PTMA.

Forum menyepakati bahwa pembahasan lebih lanjut mengenai penyelarasan kurikulum dan konsorsium program studi akan dilanjutkan di Surabaya, dengan melibatkan para rektor PTMA sebagai bagian dari penguatan jejaring kelembagaan Muhammadiyah.

Redaksi KabarMuh2

Kuli tinta

Related Post

Leave a Comment