CILACAP — Musim kemarau yang melanda Kabupaten Cilacap sejak Juni 2026 mengakibatkan krisis air bersih yang kian meluas. Berdasarkan data BPBD Kabupaten Cilacap, sedikitnya 12 kecamatan terdampak kekeringan dengan jumlah warga terdampak mencapai 20.622 jiwa.
Merespons kondisi tersebut, Lazismu Cilacap bersama MDMC Cilacap dan UPTD BPBD Kabupaten Cilacap menyalurkan bantuan air bersih tahap pertama pada Senin (3/8/2026) di Desa Bojong dan Desa Mentasan, Kecamatan Kawunganten. Sebanyak 10.000 liter air bersih didistribusikan kepada 92 kepala keluarga atau 307 jiwa yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
Manajer Lazismu Cilacap, Budi Santoso, menegaskan bahwa sinergi antarlembaga menjadi kunci agar bantuan tersalurkan secara cepat dan tepat sasaran.
“Krisis air bersih menjadi persoalan yang harus ditangani bersama. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat sekaligus upaya memenuhi kebutuhan air bersih selama musim kemarau akibat kekeringan,” ujarnya.
Distribusi tidak berhenti pada tahap pertama. Lazismu Cilacap bersama para mitra akan melanjutkan penyaluran ke sejumlah wilayah lain yang masih dilanda krisis, meliputi Desa Ujungalang (Kecamatan Kampunglaut), Desa Layansari (Kecamatan Gandrungmangu), Desa Cimrutu (Kecamatan Patimuan), serta wilayah di Kecamatan Wanareja dan Dayeuhluhur.
Lazismu Cilacap mengajak lebih banyak pihak untuk berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan bagi warga terdampak kekeringan di Kabupaten Cilacap.
Sumber -> Artikel kiriman Kontributor. 5 Agustus 2026.


