JAKARTA – Barry Adhitya resmi dilantik sebagai Direktur Utama Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) Pusat periode 2026–2027, menggantikan Ibnu Tsani yang memimpin sejak 2024. Serah terima jabatan berlangsung di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, pada Jumat (3/7/2026), disaksikan langsung oleh Bendahara Umum PP Muhammadiyah Hilman Latief, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat Ahmad Imam Mujadid Rais, serta jajaran pengurus Lazismu se-Indonesia. Momentum pelantikan ini bertepatan dengan peluncuran logo Milad Lazismu ke-24.
Barry Adhitya bukan nama baru di lingkungan LAZISMU. Ia telah menjadi anggota Badan Pengurus Lazismu Pusat sejak 2015 dan memiliki rekam jejak panjang di bidang kemanusiaan, kesehatan, kebencanaan, serta manajemen program pemberdayaan masyarakat di tingkat nasional maupun internasional.
Dalam sambutannya, Barry memaparkan empat pilar yang akan menjadi fondasi kepemimpinannya. Pertama, pilar kepatuhan syariah. LAZISMU memastikan seluruh pengelolaan dana ZISKA berjalan sesuai ketentuan syariah dengan pelaporan berjenjang kepada donatur, mitra, Kemenag, Baznas, dan PP Muhammadiyah. Kedua, pilar program. Barry menyatakan akan menghadirkan program yang berdampak dan berkelanjutan berbasis data kebutuhan masyarakat. Ketiga, pilar integrasi teknologi. Pihaknya akan menjadikan sistem tata kelola LAZISMU semudah penggunaan media sosial. Keempat, pilar kompetensi dan integritas. LAZISMU di bawah kepemimpinannya akan memperkuat standar kompetensi seluruh amil.
“Dalam kesempatan ini, upaya mengoptimalkan peluang jejaring LAZISMU se-Indonesia untuk meningkatkan tata kelola layanan dan memaksimalkan pertumbuhan berdasarkan pendekatan yang didasarkan pada fakta, observasi lapangan, dan pengalaman langsung sehingga ada pembelajaran yang bermakna di tengah perubahan teknologi informasi yang begitu cepat,” ujar Barry.
Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief, menegaskan bahwa perubahan kepemimpinan ini merupakan langkah progresif yang sejalan dengan pedoman baru yang ditetapkan PP Muhammadiyah.
“Manajemen risiko dalam renstra LAZISMU yang baru menjadi penting mengingat persiapan audit membutuhkan itu. Karena saya harus menjaga risiko uangnya semakin besar, Lazismu tentu sumber daya manusianya semakin banyak, ini suatu keniscayaan,” jelasnya.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, menyambut perubahan ini dengan optimisme.
“Tidak ada yang abadi di dunia ini, yang pasti LAZISMU menyambut sebuah perubahan yang di dalamnya ada disrupsi. Perubahan itu harus dihadapi dengan lebih solid dan terintegrasi,” tandasnya.
Di hari jadinya yang ke-24, LAZISMU mengusung tema Integrasi Menguatkan Dampak. Lewat semangat ini, LAZISMU menunjukkan sebuah tekad untuk merajut ekosistem ZISKA yang terintegrasi dan berdampak lebih luas bagi masyarakat Indonesia.
Sumber -> Artikel pers rilis dari LAZISMU PP Muhammadiyah. Juli 2026.


