JAKARTA – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menerima delegasi Palestina untuk memperkuat dialog dan menjajaki langkah bersama menuju perdamaian yang adil dan berkelanjutan bagi rakyat Palestina.
Pertemuan berlangsung di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Senin (28/9), dan diterima Ketua PP Muhammadiyah Syafiq A. Mughni.
Delegasi memaparkan perkembangan Palestina dan Timur Tengah, sekaligus membahas peluang kerja sama yang dapat memperluas dukungan kemanusiaan, diplomasi, dan dialog lintas pihak.
Menurut Syafiq, pertemuan menegaskan pentingnya kemitraan masyarakat sipil dan organisasi keagamaan dalam mendorong jalan keluar damai.
“Mereka mengunjungi kantor PP Muhammadiyah untuk menyampaikan beberapa informasi tentang situasi Palestina sekarang, atau situasi Timur Tengah pada umumnya, dan harapan-harapan yang disampaikan kepada Muhammadiyah,” ujar Syafiq.
Delegasi juga mengapresiasi kontribusi Muhammadiyah dan berharap kerja sama berlanjut, terutama untuk memperkuat solidaritas serta ikhtiar perdamaian.
“Mereka apresiasi terhadap apa yang sudah dilakukan Muhammadiyah selama ini dan ingin agar kerja sama itu bisa berlanjut terus,” kata Syafiq.
Pembahasan turut mencakup Abraham Accords dan Board of Peace. Muhammadiyah menilai setiap mekanisme perlu diukur dari dampak nyata bagi penghentian konflik, perlindungan warga, dan hak-hak Palestina.
“Kita juga tadi mendiskusikan beberapa isu yang akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, misalnya tentang Abraham Accords dan Board of Peace. Mereka punya pandangan-pandangan yang cukup menarik dan kemudian kita sangat memahami pikiran-pikiran mereka,” jelas Syafiq.
Syafiq menekankan bahwa solusi harus bergerak melampaui pembentukan lembaga baru dan menghadirkan perubahan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Palestina.
“Dari pembicaraan itu terlihat bahwa belum tergambar apa yang sudah dilakukan oleh lembaga tadi. Situasinya masih seperti sama dengan situasi sebelum ada lembaga itu. Jadi, kita mungkin tidak bisa berharap banyak dari apa yang bisa dilakukan oleh lembaga semacam itu,” ungkapnya.
Muhammadiyah mendorong langkah yang lebih terukur melalui dialog, kerja sama kemanusiaan, dan dukungan internasional yang konsisten.


