BREBES – Iklim pendidikan yang dinamis menuntut para pendidik untuk terus adaptif terhadap arah kebijakan baru. Guna membekali para guru dengan kompetensi mutakhir, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Fakultas Hukum Universitas Negeri Yogyakarta (FH UNY) menyelenggarakan pelatihan penyusunan modul ajar dengan pendekatan deep learning bagi para guru di bawah naungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tonjong. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Tonjong, Brebes, Jawa Tengah, pada Sabtu (11/07).
Fokus utama dari pengabdian ini adalah membedah dan mengimplementasikan pendekatan Deep Learning (pembelajaran mendalam), sebuah konsep yang kini menjadi kompas baru dalam arah kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI).
Ketua Tim Pengabdi, Prof. Dr. Mukhammad Murdiono, menegaskan bahwa esensi pendidikan modern harus bergeser dari sekadar transformasi materi menuju kedalaman pemahaman. Guru besar yang juga menjabat sebagai Dekan FH UNY ini menjelaskan, proses pembelajaran saat ini mutlak harus bersandar pada tiga pilar utama.
“Proses pembelajaran saat ini perlu diarahkan pada tiga hal utama, yaitu kebermaknaan (mindful learning), berkesadaran (meaningful learning), dan kegembiraan (joyful learning). Tiga hal inilah yang menjadi ruh dalam pendekatan Deep Learning yang kini ditekankan oleh kementerian,” ujar Prof. Murdiono di hadapan puluhan guru peserta.
Senada dengan hal tersebut, Budi Mulyono selaku anggota tim pengabdi FH UNY memaparkan bahwa Deep Learning bukan sekadar metode, melainkan sebuah jawaban atas tantangan zaman. Menurutnya, pendekatan ini dirancang untuk mengikis pola hafalan pasif dan menggantinya dengan ekosistem yang merangsang daya pikir siswa.
“Pelatihan ini hadir untuk mendorong kemampuan berpikir kritis (critical thinking), kreativitas, serta pemecahan masalah (problem solving) pada siswa. Melalui formula yang bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan, siswa tidak lagi merasa tertekan, melainkan merasa butuh untuk belajar,” jelas Budi.
Kehadiran tim pakar dari UNY ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh struktur pimpinan dan para pendidik di lingkungan Muhammadiyah Tonjong. Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tonjong Brebes, Moh. Sobir, menyampaikan apresiasi mendalam atas komitmen nyata perguruan tinggi dalam menyentuh akar rumput pendidikan di daerah. Kegiatan ini juga menjadi momentum penguatan kerja sama formal yang telah disepakati kedua belah pihak.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh civitas akademika FH UNY yang telah memercayai kami dan merealisasikan implementasi kerja sama (Memorandum of Understanding/MoU) antara UNY dan PCM Tonjong,” ungkap Moh. Sobir.
Ia menambahkan, intervensi akademik seperti ini sangat krusial bagi sekolah-sekolah swasta di daerah agar tidak tertinggal oleh cepatnya regulasi pusat.
“Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong para guru di Persyarikatan Muhammadiyah semakin tanggap dan cepat merespons setiap perubahan kebijakan. Muaranya, tentu saja agar sekolah-sekolah Muhammadiyah di Tonjong bisa semakin maju, unggul, dan berdaya saing tinggi,” pungkasnya optimis.
Sumber -> Artikel kiriman Tim PkM FH UNY. Juli 2026.


